Mengatasi Masalah Tanpa Masalah

Standard

astra3

GS Astra Delivery, layanan antar aki dari Shop & Drive yang siap membantu Anda apabila mengalami mobil mogok atau kendala lain yang disebabkan karena aki.

Akumulator (accu, aki) adalah sebuah alat yang dapat menyimpan energi (umumnya energi listrik) dalam bentuk energi kimia. Contoh-contoh akumulator adalah baterai dan kapasitor. Pada umumnya di Indonesia, kata akumulator (sebagai aki atau accu) hanya dimengerti sebagai “baterai” mobil – Wikipedia.

Nama saya Unga, bertahun-tahun yang lalu hingga saat ini, tidak pernah rasanya terpikir sekalipun ataupun sedikitpun mengalami kejadian mobil mati, tidak dapat bergerak disaat sedang sendiri, sunyi dan sepi –😄. Walaupun burung-burung bernyanyi dengan riang di atas pohon cemara sana.

Hanya tukang opak yang menatap penuh kasih sambil nawarin opak. Ingin sekali rasanya menangis, tapi tidak tahu apakah menangisi luka yang terpendam di dasar hati terdalam, menangisi bersahajanya penjual opak tadi, menangisi mobil yang tiba-tiba tidak menyala, atau menangisi nasib mem-pertanggung-jawabkan mobil mati ini.

Read the rest of this entry

Switchable Mom

Standard

ac

Sebagai emak-emak, kamu harus sadar jika hidup dan waktumu tidak lagi hanya untuk dirimu. Semuanya akan berubah sejak kamu menerima ber-gram-gram emas sebagai mahar, berikat-ikat uang sebagai Panaik; hantaran terhadap perempuan dalam budaya Bugis-Makassar dan sebuah rumah berjarak satu blok ( yang ini kebetulan terpisah memang hanya satu blok😄 ) setelah rumah mertuamu sebagai Sunrang; bentuk penghargaan dari laki-laki ke perempuan  yang juga masih dalam budaya Bugis-Makassar.

Semuanya bukan berarti semahal barang-barang itulah dirimu, tapi sekali lagi merupakan bentuk penghargaan untuk perjuanganmu kelak yang akan tercatat dalam dinding-dinding hati mereka yang mencintaimu. Itulah mengapa untuk menjadi seorang ibu yang merupakan sumber kebahagian, kestabilan, kebaikan dan keberhasilan dalam sebuah keluarga kita harus rela berbagi waktu. Begitupun dengan saya, sekeras apapun saya lari-lari dari kenyataan ( hihi ), sekeras itu pula saya dihadapkan pada kenyataan itu sendiri bahwa bumi ini bulat. Artinya semua akan kembali ke titik semula dan bahwa bersama lahirnya seorang anak, lahir pula seorang Ibu. Ibu yang harus sadar diri jika dunia sudah berubah dan gak usah ngeyel mau Me Time lebih dari 5 persen dalam kehidupan nyata *setengah curhat …

skala-kehidupan

Menurut riset yang saya lakukan untuk diri saya sendiri, kehidupan setelah menikah 66%-nya didominasi oleh keluarga. Keluarga adalah dua atau lebih individu yang hidup dalam satu rumah tangga karena adanya hubungan darah, perkawinan, atau adopsi. Mereka saling berinteraksi satu dengan yang lain, mempunyai peran masing-masing dan menciptakan serta mempertahankan suatu budaya (Bailon dan Maglaya, 1978 ). Sedang menurut saya keluarga adalah arisan yang tiada henti orang-orang penting yang menjadi bagian dalam hidup saya.

Kemudian 18%-nya adalah tetangga, ini dilihat dari jumlah interaksi dan tebaran senyum yang saya berikan kepada mereka saat melewati rumah-rumah mereka, pergi dan pulang dari suatu tempat. Sementara 11%-nya ditempati oleh hewan peliharaan, terlebih ketika masuk musim kawin, mereka akan sangat berisik di malam hari, sensi di pagi hari dan ngambek gak mau makan sepanjang siang, emang iya sih mereka kan hewan malam, jadi siangnya tidur; mereka adalah Sugar Glider dengan nama Marwah, Bintun, Fulana dan Hawari. 

Sedang saya, hanya dapat jatah waktu 5% untuk melakukan semua hal-hal yang luar biasa ( baca: Me Time ),  sudah masuk waktu tidur siang dan sholat. Namun dengan manajemen yang baik dan benar bukan berarti dari 5% itu saya tidak memiliki hal-hal yang tidak dapat diperjuangkan lagi!. Malam hari misalnya, adalah waktu produktif bagi saya untuk menulis, dimana semua tugas negara sebagai emak-emak sudah tuntas dilaksanakan. Begitu-pun tugas sampingan seperti ngurusin bisnis kecil-kecilan setelah memutuskan resign dua tahun lalu dan memilih menjadi ibu rumah tangga sepenuhnya. Lalu menjalankan hobi dengan memenuhi jadwal berbagi dalam kelas-kelas kriya sebagai bagian yang sangat menyenangkan juga sebagai blogger hepi-hepi-hore-hore.

Di tengah kesibukan itu tentu sedikit banyak saya menuntut sesuatu yang membuat segalanya menjadi lebih ringan untuk dikerjakan. Misalnya untuk membuat laporan bulanan usaha salon dan relaksasi saya, membuat materi iklan kelas-kelas kriya atau menyalurkan hobi menulis saya. Ya, saya suka menulis tentang hal-hal apa saja, mungkin juga sebagai pelampiasan yang kata orang-orang; perempuan memiliki kebutuhan berbicara dengan mengeluarkan 1000 kata perhari –mau bilang cerewet ajah susah bener XD-. Apalagi setelah bergabung bersama Komunitas Blogger Makassar – AngingMammiri, membuat hasrat berbagi cerita dalam bentuk tulis-menulis itu menjadi semakin besar. Terlebih setelah diberi kesempatan menjadi kontributor salah satu portal wisata, tentu harus pandai-pandai mengatur waktu walaupun seringnya dikejar-kejar deadline.

Jadi selain menjadi seorang ibu yang cukup padat karya mengurus keluarga, tetangga dan hewan peliharaan, saya juga memenuhi waktu luang dengan banyak kegiatan yang menyenagkan, sering kali ini disebut sebagai hobi.

Read the rest of this entry

Ketika Gigi Zahra Tanggal

Standard

u8

Kata orang, usia 30-an, usia-usia penuh kebimbangan. Muda udah lewat, bangkotan belum nyampe. Kadang ketemu orang tua dibilang masih muda, ketemu remaja dibilang udah tua. Pengen nyari baju body fit, apa daya lemak disana-sini. Cari baju yang modelnya keren, giliran nemu ukuran nggak ada yang muat. Sediih … -salah satu meme yang sementara beredar di lini masa salah satu akun media sosial saya-

Apa itu cantik?

Cantik adalah Keindahan atau keelokan merupakan sifat dan ciri dari orang, hewan, tempat, objek, atau gagasan yang memberikan pengalaman persepsi kesenangan, bermakna, atau kepuasan. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, keindahan diartikan sebagai keadaan yang enak dipandang, cantik, bagus benar atau elok. Keindahan dipelajari sebagai bagian dari estetika, sosiologi, psikologi sosial, dan budaya. Sebuah “kecantikan yang ideal” adalah sebuah entitas yang dikagumi, atau memiliki fitur yang dikaitkan dengan keindahan dalam suatu budaya tertentu, untuk kesempurnaannya –Wikipedia-

uuuuMenurut riset kecil-kecilan yang saya buat dengan 20 responden dengan latar belakang yang berbeda, 9 dari 10 orang mengatakan setuju bahwa cantik tidak hanya dilihat dari pandangan saja. Ini menunjukkan bahwa fisik bukanlah tolak ukur akan kecantikan. Sedikit kontradiktif memang, sebab pada kenyataannya perempuan masih tidak aman dengan penampilan fisiknya, lalu melakukan apapun untuk tetap menjaganya dan terlihat mempesona.

Apakah setelah mendapati hal tersebut, lalu muncullah alibi tentang inner beauty?. Apa ini hanya pembenaran mereka yang kurang cantik secara fisik saja? Atau memang tepat, bahwa cantik yang sesungguhnya terpancar dari dalam?

Read the rest of this entry