Theragran-M, Live To The Max

Standard

Sehat adalah hal yang sangat berharga melebihi apapun, terasa benar ketika kita sudah terbaring tak berdaya. Theragran-M vitamin yang bagus untuk mempercepat masa penyembuhan.

Ada sebuah kerajaan di suatu negeri yang dibangun oleh cinta seorang ratu, dindingnya terbuat dari bata-bata pilihan penuh kasih, atapnya terdiri dari susunan genteng kenangan nan indah dan kebunnya dipenuhi bunga-bunga kebahagiaan. Ratu dari kerajaan itu sangat baik hati, ia juga cantik, cerdas, ramah, sederhana dan menyenangkan. Semua orang di istana itu sangat mencintai sang ratu, bahkan seluruh rakyat kerajaan tersebut sangat menyayanginya. Dengan jari-jarinya yang lentik serta tangan yang lembut, sang ratu mampu memasak berbagai kudapan lezat untuk keluarga kecilnya, ia sangat handal membuat kue nastar yang nikmat. Ia pun senang merapikan rambut putri-putri kesayangannya kemudian membuat jalinan manis yang sangat cantik di atas kepala-kepala mungil itu.

Hingga satu hari orang-orang tidak lagi dapat melihat sang ratu, jendela-jendela beranda istana pun tertutup rapat, juga pintunya. Padahal hampir setiap hari ratu selalu duduk di beranda istana menikmati secangkir teh melati dan menghabiskan senja sambil melempar senyum kepada orang-orang yang melihatnya. Hari berganti hari, minggu berganti minggu, hingga bulan berganti bulan ratu tak kunjung terlihat. Ada apa dengan ratu? Orang-orang yang lewat istana menjadi sedih karena tidak lagi dapat melihat senyum ceria sang ratu. Sakitkah sang Ratu? Atau kemanakah dia pergi?.

Hari itu untuk kesekian kalinya saya terbaring tak berdaya di dalam sebuah ruangan bercat putih, bersih dengan aroma obat-obatan yang pekat. Sudah hampir sepekan saya dirawat inap karena kondisi tubuh yang kurang sehat. Tampang cemberut, senyum suram, rambut kusut, wajah pucat dan hanya mampu berbaring sambil nonton film India yang di putar acak oleh perawat. Membuat hidup nampak tak menarik, semuanya membisu seperti jendela dan pintu istana yang tak kunjung terbuka. Sendu…

Begitulah ketika sakit, kita tidak lagi dapat melakukan banyak hal yang menyenangkan, menghibur orang dan menebar keceriaan. Apalagi jika kita adalah seorang ibu yang mau tidak mau harus bisa segalanya dan dituntut dapat melakukan apa saja dengan tingkat adaptasi yang tinggi. Pola bertahan hidup pun sering kali harus dimiliki lebih dari pertahanan hidup se-ekor tupai pohon di musim dingin, hihi. Inilah kenyataan jikalau hidup itu memang keras jendral! Lihat saja ketika belum menikah, berkeluarga dan menjadi seorang ibu, waktu adalah milik kita sendiri sedang setelahnya jangankan mau baca buku sambil ngemil, gunting kuku saja mesti diangsur.

Hal tersebutlah yang membuat saya kemudian harus menentukan pilihan yang cukup sulit, memilih antara menjadi ibu pekerja atau menjadi ibu rumah tangga. Dimana memang kondisi kesehatan yang tidak memungkinkan saya untuk menjalani keduanya secara bersamaan. Akhirnya setelah mempertimbangkan berbagai hal saya memutuskan untuk resign dari pekerjaan dan memilih menjadi seorang ibu rumah tangga yang berbahagia.  

Sayangnya kebahagian itu tidak berlangsung lama, mudah lelah acap kali saya alami karena memang kondisi tubuh yang sering tidak stabil dan cuaca yang tidak menentu. Hal ini seringnya membuat saya menjadi pasien rawat inap di salah satu rumah sakit. Terlebih ketika harus melakukan proses kontrol berkelanjutan karena dengan lugunya cancer memilih menjadi riwayat idap dari ibu dan keluarga ibu saya. Perlu kewaspadaan lebih dalam menjalani pola hidup yang baik dan sehat. Jujur saja sedikit banyak hal ini membuat saya tidak bersemangat menjalani hari-hari dan sangat menguras energi hingga semua tampak menjadi tidak berarti.

Padahal mau tidak mau semua orang pasti akan pergi ke suatu tempat yang lebih indah, seperti sang ratu yang tidak lagi pernah terlihat dari beranda bersama segelas teh melati dan senyumannya. Perlu perjuangan yang keras untuk menyudahi segala kegundahan itu dan keluar dari bayang-bayang menakutkan tentang bibit-bibit cancer yang bersuka cita nempel disatu sisi tubuhmu, sedang harga kebebasan itu berlaku untuk mereka yang masih memiliki semangat!.

Ya, dengan semangat kita dapat merampas hidup dari segala kesuraman di baliknya bahkan untuk penyakit yang menghantui hari-hari kalian. Tentu saja salah satunya dengan bersemangat melakukan banyak kegiatan positif yang begitu menyenangkan misalnya dengan bergabung dalam komunitas-komunitas positif, mengisi waktu libur dengan kegiatan yang menyenangkan atau menekuni hobi dan banyak berbagi. 

bersama teman-teman Komunitas Blogger Makassar, AngingMammiri.

Hobi adalah kegiatan rekreasi yang dilakukan pada waktu luang untuk menenangkan pikiran seseorang, tujuannya adalah untuk memenuhi keinginan dan mendapatkan kesenangan –Wikipedia.

Batik tulis aksara Lontara-Makassar

Dalam menekuni hobi akan banyak kebahagian yang kita dapatkan, tidak hanya untuk diri sendiri tapi juga untuk orang lain. Berangkat dari menyenangi hal-hal tentang craft yang menjadi hobi saya dan ada keinginan berbagi yang cukup besar dari sana, maka mulailah saya membuka kelas-kelas craft baik non komersil maupun komersil. Dalam kelas-kelas itu ada semangat yang menular ketika bertemu banyak orang dengan latar belakang, karakter, pendidikan, usia hingga keberuntungan yang berbeda. Hal sederhana ini membuat saya bisa lebih bersyukur dengan apa yang saya miliki dan bersemangat kembali menjalani kehidupan.

Salah satu kelas craft, Cross Stitch

Kelas lainnya bersama teman-teman Komunitas Perajut Makassar, Qui-Qui.

Sayangnya sampai di sini semangat saja tidak cukup, harus ada tubuh yang kuat untuk jiwa yang sehat… hehe sebuah adagium yang manarik walau kurang tepat. Maka carilah mereka yang dapat mendukung segala aktivitasmu baik disegala cuaca maupun kondisi. Seorang sahabat layaknya yang mengerti tentang dirimu, dapat menunjang dan menjaga kondisi tubuhmu yang mudah lelah menjadi tetap fit selalu terlebih setelah sakit atau dalam masa pemulihan, salah satunya adalah dengan multivitamin-mineral yang tepat juga diperkaya magnesium serta zinc dan telah disetujui oleh BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) sepeti Theragran-M misalnya, vitamin untuk mengembalikan kondisi tubuh setelah sakit.

Ya, Theragran-M merupakan Multivitamin-mineral yang tiap tablet salut gulanya mengandung; Vitamin A (Retinol Acetate), B1 (Thiamine Mononitrate), B2 (Riboflavin), B3 (Nicotinamide), B5 (Calcium Pantothenate), B6 (Pridoxine Hydrochloride), B12 (Cyanocobalamin), C (Sodium Ascorbate), D3 (Cholecalciferol), E (dl-Alpha Thocopheryl Acetate). Juga mineral; Iodium (Potassium Lodide), Besi (Ferrous Fumarate), Tembaga II (Copper Sulfate), Mangan II (Manganese Sulfate), Magnesium (Magnesium Carbonate) dan Zinc (Zinc Sulfate), yang membantu memenuhi kebutuhan vitamin dan mineral pada masa penyembuhan setelah sakit. Theragran-M diproduksi oleh PT. Taisho Parmaceutical Indosesia Tbk, dibawah pengawasan Taisho Parmaceutical Co, ltd Tokyo, Japan. Dan yang terpenting produk ini telah memiliki label halal dari Majelis Ulama Indonesia.
Sakit mungkin dapat membuat kalian tak berdaya, tapi setelahnya ada banyak hal yang dapat dan harus kalian lakukan untuk menjadi pribadi yang menyenangkan. Waktu mungkin akan merenggutmu secara perlahan, tapi ia akan sangat berarti jika diisi dengan banyak kebaikan begitu juga dengan berbagi yang tidak akan membuatmu jatuh miskin. Berusahalah dan jangan menyerah, sebab mereka yang mudah menyerah akan selalu memulai dari nol kembali… Dan yakinlah jika Tuhan selalu menawarkan langit yang biru dan kehidupan yang baik. 

Sehat selalu untuk kalian!.

Catatan : Produk multivitamin Theragran-M bisa diperoleh di apotik ataupun toko obat di sekitar Anda.

Artikel ini diikutsertakan dalam lomba blog yang diselenggarakan oleh Blogger Perempuan Network dan Theragran-M

Masakini Food & Gallery Alternatif Wedding Party

Standard

Sebenarnya bukan belum pernah tahu tentang Masakini Food & Gallery, malahan saya sudah sering mendengarnya dari cerita teman-teman, tapi saya menghindari tempat ini sebab menurut mereka yang sudah mengunjungi Masakini Food & Gallery ini lebih dulu dari saya, menu-menu di tempat ini termasuk mahal dan tidak begitu enak, “Harga tidak sesuai dengan rasa …!” Begitu kata mereka. Jadi untuk penggemar “makan untuk hidup” seperti saya, rasanya agak berat untuk masuk ke sana. Mau bilang gak mampu ajaah, susyeh bener! XD.

Tapi kata orang-orang biasanya tak kenal maka tak sayang! Paling tidak saya penahlah sekali makan di tempat ini untuk membuktikan kata teman-teman saya. Maka sabtu siang kemarin saya menerima tawaran makan siang bersama beberapa teman lainnya di tempat ini. Siang sangat terik saat itu, tapi janji adalah hutang dan hutang harus dibayar, maka saya bergegas dan bersiap untuk memenuhi janji makan siang tadi di Masakini Food & Gallery.

Read the rest of this entry

Bimbingan Teknis Wisata Kuliner Dan Belanja

Standard

bimtek7

Menyusun itinerary, mengolah produk lokal menjadi paket wisata dan menjadikannya bernilai jual adalah hal yang sering saya lakukan, duluuu ketika saya kuliah. Kemudian diaplikasikan dalam kehidupan nyata ketika saya memilih bekerja di sebuah travel dan ditempatkan pada divisi tourism. Menyenangkan, rasanya hidup begitu sempurna, disiplin ilmu yang saya perjuangan bertahun-tahun dengan pengorbanan, tangis dan air mata dapat diaplikasikan dalam kehidupan nyata.

bimtek.jpg

Bimbingan teknis pengembangan wisata kuliner dan belanja

Ngomong-ngomong tentang menyusun itinerary, ini saya lakukan kembali setelah menyimpannya rapat-rapat bersama kenangan –ngek!- Nggak deng, ini saya lakukan bersama puluhan peserta yang mengikuti Bimbingan Teknis Pengembangan Destinasi Wisata Kuliner dan Belanja, Rabu-Kamis, tanggal 3 dan 4 Mei 2017 lalu yang diselenggarakan oleh Kementrian Pariwisata melalui Dinas Pariwisata Kota Makassar. Acara yang digelar di Hotel Santika Makassar dua hari berturut-turut ini, juga diikuti oleh asosiasi-asosiasi; PHRI, ASITA, APPBI dan beberapa pihak terkait lainnya.

Mengangkat Kuliner dan Belanja, Kementrian Pariwisata sekali lagi ingin mengingatkan kita bahwa kedua hal ini memiliki potensi besar untuk dapat dijadikan sumber pendapatan negara. Yang kemudian menjadi PR bersama bagi daerah-daerah tujuan wisata agar dapat membuat produk wisata dari kuliner dan belanja serta mengemasnya dengan baik yang tentu saja diharapkan dapat menarik wisatawan baik wisatawan lokal maupun wisatawan mancanegara, sesuai dengan target pemerintah di tahun 2016 hingga tahun 2019, mendatangkan 20 juta wisatawan.

Dengan kekayaan alam dan budayanya; 1340 suku bangsa, 2500 spesies ikan laut, 2184 spesies ikan air tawar, 88 juta Ha hutan tropis, 52 tipe vegetasi, 40.000 spesies tumbuhan serta keunikan dan ke-khas-an lainnya membuat Indoensia sebenarnya mampu menjadi tempat tujuan wisata terbesar di Asia. Itulah mengapa kuliner dan belanja menjadi fokus dari Kementrian Pariwisata untuk dibenahi dan diperbaiki bersama dengan konsep wisata kuliner – gastronomi; makanan menjadi gaya hidup, mengangkat produk lokal, mengangkat cerita dan sejarah tentang makanan tersebut, menelisik cara pembuatannya serta mengangkat faktor makanan sehat kaya nutrisi. Read the rest of this entry