why..?!

Standard

Betapa sering kita terpenjara oleh kata-kata yang tidak bertanggung jawab, misalnya: primitive, keterbelakangan, dunia ketiga, Negara-negara berkembang, dan lain-lain. Semua kata-kata ini adalah racun yang kita temukan dalam kehidupan sehari-hari. ( Dikutip dr Al Fikrah No 06/VII/Rabi’ul Awwal 1428H )

***

Tidak hanya melihat pada pandangan mereka tentang kita, tentang kebisaan, perkembangan yg mereka buat, hari “senang2 aneh” ( itu tuh kek valentine yang udah lewat, ato april mob ) ato istilah “sneng2 aneh” ( jjs, ngopi2, dugem, cuci mata ato apalah hahhahhahh.. ). Primitivekah, ortodokskah, gak gaulkah, cemen kah… ketika kita tidak ikut2 yg kek gituan dan terlibat d dalamx… halah, whateverlah… malah mnurut unga yg kek gitu2 itu camen ( cacat mental…, silahkan protes yang mau protes..!! hi2..)

Apa yang terjadi dengan kita, mereka dan kalian yang mengaku bisa dan dapat berbuat benar, apa tujuan mereka pada dasarnya…???. Apakah hanya sekedar mengekor pada mereka yang dianggap dapat ditiru, sehingga muncul kepura2an dalam berpendirian.. Miris sekali bila kita berada dalam posisi ini, bukankah akan lebih baik kita menempatkan diri kita seperti apa adanya, bukannya menempatkan pada kotak; agar terlihat baik, agar terlihat mengagumkan, atau apalah agar2 yg laen ( bukan agar2 puding nah, bukan juga konyaku nah ha2… )

Gak perlu dulu melangkah lebih jauh.. gak juga ngeliat apa yang terjadi disebrang jalan sana, tapi cobalah mulai berbalik, membenahi, dan sedikit mengintip setiap cela yang ada dalam hati. Beradamai dengan diri sendiri, mengerti dengan apa yang kita lakukan… menjaga pola pikir. Ya.. memang keadaan hati gak bisa diukur dan ditetapkan agar selalu tampak seperti yg kita inginkan, tapi… masa sih gak ada usaha untuk menuju kesana.

Ngapain juga ngurusin “kata orang”. Kita hidup bukan karna “kata orang” kan,.. Ada yang unga tangkep dari beberapa ngobrol2 sm ibu, walopun ibu suka empleng ( maapkan ka’ bu nah.. hahahhah ) tp ibu hebat. Intinya kek gini.. Gak usah pusing sama kata orang lain, selama kamu gak menyimpang dan yakin sm apa yg kamu buat… kenapa mesti malu..? Gak usah pusing sama kamuflase orang2.. ( ciaaah.. kamuflase, halah pokoknya kek gt deh he2..).

Percaya sepenuhnya denganNya, gak meragu… apasih yang bisa kita lakukan untuk jalan2 singkat ini… Apasih yang nantinya kita bawa dari hasil melancong sepanjang umur ini… semua org pernah terpleset, jatoh, jblak, nyungsep ato apalah tulisan yang tepat untuk menggambarkan apa yang pernah terjadi dalam hidupnya. Semua itu kembali pada kita, bagaimana memandang dan menerima apa yang terjadi. Gak usah berlebihan ato melebihkan, hayu jalan sama2.. gak perlu senggol2an…

Kenapa mesti malu dikatakan gak gaul, keterbelakangan, primitive, dunia ketiga… ketika apa yang kita lakukan tidak sesuai dengan pemikiran orang… seperti kutipan diatas tuh, kita sering terpenjara dengan kata2 tersebut… ketika udah ngerti klu itu racun… kenapa mesti pusing… must go on lah… ( sok2 tau… sok tau… ha2… )

Advertisements

2 responses »

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s