Hikmah Kejadian

Standard

HIKMAH KEJADIAN

sujud1Ada kejadian-kejadian dalam hidup yang kadang terlewat begitu saja dalam hidup kita, sedang kita tak dapat mengambil pelajaran dari kejadian-kejadian itu. Ada banyak kisah yang telah kita baca tetapi semua itu hanya lewat dalam pandangan mata , tanpa kita berusaha mengambil sikap..apa yang saya tulis di atas sebenernya menunjuk pada diri saya sendiri yang kadang tidak ambil pusing dengan kejadian di sekitar kita, sampai saya membaca sebuah buku dimana ada tiga kisah yang ditulis di buku itu yang memberikan kesan mendalam, bahwa seandainya kita mau membuka mata hati dan telinga kita akan kita dapatkan pelajaran hidup yang sangat mendalam.

Sekitar beberapa hari yang lalu saya membaca buku karangan Komaruddin Hidayat, yang berjudul Psikologi beragama. di buku ini dia menceritakan 3 kisah dan sekaligus pesan yang dapat kita tangkap dari kisah ini.

Kisah pertama tentang Nelson Mandela yang ditanya oleh salah seorang pengagumnya, Apakah setelah dia menjadi presiden Afrika selatan, dia tidak dendam dan geram terhadap musuh politiknya di masa lalu? di jawab oleh Mandela,” Kalau aku biarkan dan kupelihara terus kekesalan dan kebencianku kepada para penindas itu, maka mereka masih akan terus menyandera diri dan jiwaku, karena itu aku buang semua kebencian itu sehingga aku benar-benar bebas dan merdeka.

Kisah kedua, ada seorang kyai yang ditanya, mengapa sesama muslim, bahkan diantaranya adalah tokoh agama, suka mencemooh Muslim lain yang berbeda pendapat bahkan adakalanya mengkafirkan dan menuduhnya ahli neraka? Dijawab dengan tenang oleh kyai itu,saya kurang tahu dalil apa yang dipakai. Kalau seseorang telah menyatakan menerima rukun Islam dan iman, dia tidak berhak disebut kafir. jadi saya tidak bisa menjawab mengapa kita mesti mengafirkan  serta sibuk mengukur kedalam iman sesama muslim, sedang saya sendiri tidak berani menjamin diri saya masuk surga, jadi maaf coba tanyakan saja dengan orang yang suka mengukur-ukur ketakwaan orang.

Kisah ketiga,dalam sebuah riwayat diceritakan suatu hari Rasulullah dan Abu Bakar berjalan bersama.Di tengah jalan, tiba-tiba Abu Bakar dihadang oleh seseorang dan dicai maki, Abu Bakar yang merasa tidak kenal dan tidak merasa bersalah diam saja sambil senyum-senyum,. Abu Bakar tambah bingung melihat Rasulullah juga ikut tersenyum.Setelah orang tadi pergi, Abu Bakar menjawab kelancangan orang tersebut. Pada saat itu Rasululah berhenti tersenyum dan pergi.Esok paginya karena penasaran dengan sikap Rasulullah, Abu Bakar pergi menemui Rasul dan menanyakan hal tersebut. Maka di jawab oleh Rasulullah, ketika engkau tersenyum mendengar cacian orang tersebut, engkau menerima dengan lapang dada karena engkau tidak bersalah, maka akupun ikut tersenyum karena melihat malaikat sibuk memindahkan catatan amal kebaikan orang itu ke dalam dirimu sedang catatan kesalahnmu dipindahkan ke orang itu.

Nah, komarudin di buku ini mencoba memberikan pesan yang disampaikan dari ketiga kisah tersebut.

dari kisah pertama, kita dapat mengambil pelajaran bahwa kebahagiaan dan kemerdekaan berkait erat dengan sikap bathin seseorang.formula to forgive and forget terhadap tragedi masa lalu akan mampu mengubah dunia yang semula gelap gulita dan menyakitkan menjadi terang benderang dan optimistik menapaki hari-hari esok.

sedang untuk kisah kedua, kita dapat mengambil pelajaran bahwa hidup ini hendaklah selalu bersangka baik dan rendah hati, Jangan merasa paling beriman dan bertakwa di hadapan orang lain, seperti yang dikatakn sebuah hadis yang kurang lebih isinya, berbahagialah mereka yang disibukkan dengan meneliti kesalahan dan kekurangan diri lalu menutupinya dengan kebajikan daripada sibuk melihat kesalahan oarang lain.

untuk kisah ketiga, mengajarkan kita untuk bersabar.Jika kita merasa benar, tak perlu takut akan kritik, kecaman, dan fitnah orang lain. Alah Maha Tahu siapa yang benar dan siapa yang salah.Lebih dari itu, mari kita jaga lisan dan hati kita agar tidak mudah menyakiti orang lain.

Itu tadi kisah-kisah yang saya baca dan membuka mata saya bahwa memang setiap kejadian hidup ini dapat kita ambil hikmahnya, semoga kita selalu dapat mengambil hikmah dari setiap peristiwa dalm rangka menjadikan kita seseorang yang lebih baik…Amien

tulisan dari : Al Faruq Ibnu Zainuddin

Advertisements

7 responses »

  1. :,-)
    kisah yang membuat saya kembali menitikkan air mata
    khusus buat kisah yang ke-3, pertama kali dengar dari seseorang yang ketika dirinya dicemo’oh orang, disangka yang tidak benar oleh orang lain dia hingga ia pun berkata: “biarlah mereka demikian…justru saya sangat berterimakasih catatan amal baik mereka diberikan pada saya dengan cuma-cuma sedangkan catatan amal buruk saya mereka ambil…:)…”

    “….maka akupun ikut tersenyum karena melihat malaikat sibuk memindahkan catatan amal kebaikan orang itu ke dalam dirimu sedang catatan kesalahnmu dipindahkan ke orang itu”

    semoga kita menjadi orang yang selalu ingin belajar dan belajar…menjadi orang yang lebih bijak, sebijak Rasulullah
    da dapat mengambil hikmah dari setiap peristiwa dalam hidup kita..walhamdulilah ^^
    ____________
    unga : alhamdulillah kita masih diberi niikmat untuk belajar ^^,
    masih bisa merasakan “rasa” meski leawat tulisan ^^,
    alaakulli’haal…

  2. assalamu’alaikum, bismillah….
    pertama x aku comment…….

    alhamdulillah dah aktif laghi, semogha tetep istiqomah dalam kebenaran…..
    yach, tul bahwa tiap kejadian ada rahsia Allah yang manusia tiada ketahui….
    Masya Allah, semogha hati kita dapat terbuka dan tambah menambah kekhusyukan dan ketawadlu’an kita…
    Wallahu a’lam
    _____________
    unga
    : wa’alaykumussalam warohmatullah…
    iyah alhamdulillah dah aktif akh ^^, Amiin….

  3. betul, setiap kisah akan mempunyai arti bagi yang mau berpikir & menelaah..
    untuk kisah-kisah diatas, menurut saya garis besarnya adalah bagaimana menjadi pribadi yang berjiwa besar… dan itu gak gampanggg mannnn!!!
    ___________
    unga : iyah betul… ^^,
    salam kenal, syukran dah mampir na…

  4. Pertama..!
    ada filosofis yang mengatakan, jangan bunuh musuhmu jika kau tak ingin kehilangan semangat juangmu. Maknanya kita akan tau sejauh mana kemampuan kita berjuang karena hidup ini adalah perjuangan. Setiap kritikan, kecaman bahkan cemoohan acak menjadi sebuah pelajaran tentang arti kebenaran dan kesalahan. Kita tidak akan tau apakah kita benar atau salah jika tidak ada yang mengkritiknya.
    ____________
    unga : iyah syukran pak komentarnya…
    semoga kita bisa belajar lebih banyak lagi, dimulai dari hal kecil walau dengan lingkup yg juga kecil, InsyaALLAH barokah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s