Bertemu Kawan Di RUTIF

Standard

c

RUTIF atau Ruang Kreatif  adalah salah satu ruang pada sebuah café yang letaknya ternyata sangat tidak jauh dari rumah saya. Sebelumnya saya tidak pernah tahu jika ada tempat yang nyaman seperti RUTIF dari En House Café ini. Setelah kemudian tempat ini-lah yang disepakati oleh teman-teman Ammacaki –komunitas ( kecil-kecilan ) yang mencintai buku- bertemu sore itu untuk arisan buku.

Oh ya, arisan buku sendiri adalah upaya kami satu sama lain untuk dapat melepas kangen sebulan sekali. Ya, sebegitu kangen-nya lah kami sehingga upaya ini dilakukan dan akan dilestarikan hingga arisan berakhir, lalu dimulai kembali untuk waktu berikutnya.

hSiang itu kami berjanji bertemu setelah sebelumnya terjadi tawar-menawar kedatangan, disusul adanya permintaan keringanan waktu untuk datang telat. Biasalah yah, udah biasa ini maah… Harap maklum! Hahahah …

Saya sendiri hanya memantau kegiatan group yang sudah mulai ramai malam sebelumnya sambil ketawa-ketawa. Begitupun keesokannya, kembali group disibukan dengan pemberitahuan-pemberitahuan yang masuk tentang percakapan terbaru. Disini sekali lagi saya kembali hanya ketawa-ketawa sendiri sambil membaca percakapan teman-teman; ada yang bertanya kembali jam ketemuan, ada yang menanyakan menu sehat untuk bayi di tempat itu, ada yang sibuk live report perjalanannya ke tempat itu, ada yang baru bangun, ada yang sudah siap-siap, ada yang sangsi apakah menunya akan enak-enak untuk di nikmati. Dan kemudian sejam sebelum waktu yang ditentukan, Byuuurrr!! Qadarullah turunlah hujan dengan derasnya. Mari berdoa, sebab diantara waktu-waktu didengarnya doa, salah satunya adalah saat hujan turun. Sementara itu, semakin rusuhlah group disusul percakapan tentang hujan yang tak kunjung berhenti hingga menjadi cocok untuk tidur siang.

bAkhirnya setelah drama-drama epik di atas, berkumpul jugalah kami di lebih kurang pukul setengah tiga sore itu. Saya cukup menanti kabar kalau telah ada yang sampai di tempat itu lebih dulu, untuk seterusnya minta diantar dengan penuh suka cita oleh Sang Suami. Hanya dengan 5 menit perjalanan, saya sudah sampai, itu juga karena saya mampir ATM dulu tadi. Kalau tidak, mungkin bisa lebih cepaat. Sayapun masuk ke sebuah café dengan hati yang tak begitu nyaman, cukup menganggu karena suasana yang tidak sesuai ekspektasi saya, tempat ini remang-remang syahdu –Hallah!. Udah, gak usah pikiran jelek dulu! Dimana-mana café mah emang kayak gitu keleus, lu ajah yang gak cocok Nga. Masalah lu deh pokoknya …-.

Menapaki tangga yang cukup creepy membuat saya berdebar penuh sensasi sore itu. Bagaimana tidak? Tangganya terlihat suram, curam, kelabu dan nyaris tanpa cahaya. Ternyata, sampai di lantai dua, saya benar-benar tidak menyangka jika dapat melihat suasana yang sangat hangat dan nyaman. Di sepanjang dindingnya adalah rak buku dengan buku-buku yang tidak akan saya lepaskan ( ini versi lebaynya ) untuk dibaca satu-satu, buku koleksi tempat ini sangat rapih terjaga ( ini versi sebenarnya ), jadi sudah pasti  kamu betah megangnya dan memang buku koleksinya bagus-bagus dan beberapa sangat serius ( ini versi jujur ).

dSaya langsung bergabung dengan sumringah di sebuah meja terpanjang dalam ruangan itu, dimana samar dari tempat saya berdiri sore itu, saya melihat Dila, Kak Afdal, Kak Marnie serta Rindu, anak perempuan Kak Marnie. Karena memang di ruangan itu hanya ada mereka berempat, rak-rak buku, buku-buku itu sendiri, dan bangku-bangku kosong yang menatap penuh arti, atau mungkin semut-semut merah yang berbaris di dinding menatapku curiga, seakan dia bertanya “ Sedang Apa Disini? “ XD, juga 2 piring kentang goreng, beberapa gelas minuman dan beberapa buku yang ditumpuk dan telah dibungkus kertas koran dengan rapih, ini menandakan kalau saja saya berada di tempat yang benar, Yess!!.

eTak lama, Kak Nanie dan keluarga datang yang disusul oleh Weny dan Dany. Lalu pembicaraan kami bergulir menjadi sesuatu yang tidak dapat ditahan dengan penuh tawa dan keceriaan. Obrolannya macam-macam, sesuatu yang tidak ingin saya sebutkan disini, tapi cukup kamu simak dari gambar-gambar yang saya bagikan. Saya sangat bersyukur ada ditengah orang-orang yang selalu bersemangat, sebab seperti flu di segala musim, semangat itu juga cepat menular.

iTertarik? Nah, tempat ini berada di kompleks perumahan Permata Mutiara, jalan Daeng Tata Raya, blok … bloknya saya gak jelas hehe, map yak!. Pokoknya kamu masuk ajah, tempatnya ada di sebelah kiri jalan dari gerbang perumahan, tepat di depan Daun Coofee. Yang jelas Es Coklat adalah minuman yang saya rekomendasikan untukmu saat berkunjung ke tempat ini. Selamat bertemu kawan di Ruang Kreatif En House Café.

a
photo: Afdhaliya Ma’rifah ( Afdhal ), Irma Suryani ( Nanie )
photo editing: Tenri Pakkua Bungawalia ( Unga )

 

 

Advertisements

6 responses »

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s