Wrapped Café, Four Point By Sheraton Makassar

Standard

Ada café dalam hotel, Hiii … serem masuknya keren ntar keluarnya kere karena harganya mahal-mahal!. Jangan norak deh, sebab tidak semua café dalam hotel harga sajiannya mahal-mahal. Sama seperti WRAPPED Café, café dalam hotel ini termasuk café minimalis -minimalis desainnya, minimalis pula ragam harga menunya- yang menyenangkan untuk dikunjungi. Untuk sebuah café dalam hotel WRAPPED mampu memberika kesan rendah hati yang menawan. Read the rest of this entry

Warung Koffie Batavia, Cita Rasa Indonesia

Standard

Dulunya saat pertama kali dibuka, namanya adalah Koffie Warung Tinggi, lalu berganti nama menjadi Warung Koffie Batavia –Kuliner Indonesia– …

Ada sebuah tempat di Jakarta dahulu yang lekat dengan sentuhan kopi, sebuah kawasan yang disinyalir merupakan kebun kopi yang pertama kali hadir di daerah tersebut dan diambil hasilnya oleh pemerintah Hindia-belanda sebagai rempah untuk di kirim ke negerinya. Kisah lainnya menyebutkan bahwa di kawasan tersebut merupakan tempat persinggahan orang-orang; pedagang, pamerintah Hindia- Belanda dan pekerja pribumi menikmati kopi dalam pondok-pondok yang disediakan di sana. Saat ini daerah ini dikenal sebagai Pondok Kopi.

•••

Waktu menunjukan pukul setengah sebelas siang sabtu itu ketika saya berjanji memenuhi undangan bersama beberapa orang teman untuk mencicipi menu-menu yang ada dari sebuah warung yang baru buka.  Mendengar obrolan yang sudah-sudah dan cerita-cerita akan warung tersebut, katanya makanan di tempat itu enak-enak. Saya tidak terlalu memperhatikan nama warungnya apa? Yang saya tahu warung tersebut baru dan letaknya ada dalam sebuah mall yang bersebelahan dengan sebuah hotel. Ternyata itu adalah Warung Koffie Batavia!. Read the rest of this entry

Rotelli 21st Anniversary

Standard

Sudah dari dulu saya hobi membeli sepatu, walau tak jarang hanya satu dua yang sering saya pakai. Padahal salah satu alasan untuk membeli sepatu-sepatu itu adalah faktor kenyaman saat dikenakan. Untuk kisaran harga sepatu-sepatu itu, saya sudah sepakat dengan diri saya sendiri bahwa tidak ada sepatu yang akan saya beli dengan harga diatas 2 juta rupiah, sama halnya dengan tas. Saya merasa bersalah jika membeli sepatu, sandal atau tas dengan harga lebih dari itu, dan memang saya gak mampu sebenarnya haha …

Dari hobi ngumpulin sepatu-sepatu itu sesungguhnya sejak dua tahun terakhir saya sudah memiliki prestasi yang cemerlang dan dapat dikatakan sangat membanggakan, saya tidak lagi berlebihan dalam membeli sepatu. Dan kebanyakan dari koleksi saya, sudah saya bagikan atau disumbangkan. Alasannya? Saya ngeri ketika nanti akan dihisab, saya akan memerlukan banyak waktu karena kebanyakan sepatu. Deuuuh sok banget deh ah hihi. Tapi nggak, serius saya kepikiran juga sama sepatu yang bertumpuk-tumpuk, kadang ada yang belum terpakai malah kulitnya sudah mengelupas, sayangkan …

Read the rest of this entry